Cursor

Rabu, 13 Maret 2013

Character Building "Potensi Diri"



Potensi diri

Yang membuat saya bahagia:
·        Diberikan hadiah dari orang
·        Melihat orang tua senang
·        Bersama-sama teman

Kelebihan Saya:
·        Setia
·        Suka membantu teman

Kelemahan saya:
·        Sedikit penakut.
·        Kurang cerdas
·        Pemalas
·        Sering bangun kesiangan

Minat:
·        Saya berminat menjadi pengusaha wiraswasta seperti orng tua saya

Bakat:
·        Saya berbakat bermain game

Saya:


  •  Saya besok ingin lebih rajin disbanding hari-hari kemarin.

  •  Saya bulan depan ingin merubah sifat menjadi yang  terbaik, dan menguasai pelajaran di ITB.

  •  Saya tahun depan ingin lulus SMKN 3 Palu dan masuk kuliah di ITB.

  •  Lima tahun kedepan saya ingin membahagiakan orang tua saya.

Selasa, 12 Maret 2013

Character Building

Perubahan saya selama diBandung:



-Saya disini lebih boros dibanding dipalu karena saya harus membeli kebutuhan hidup saya.
-saya bisa lebih cepat bangun pagi dibanding dipalu, sy dipalu bangun jam 11, kalau sy dsni bangun lebih     awal.
-saya telah mengetahui arti nama saya dengan latar belakang.
-sy dsini sudah kurang bermain, lebih banyak mengerjakan tugas” yg diberikan.

Tanggapan mengenai video 1&2:



- Kita harus menghargai orng tua kita karena ibu kta telah mengandungi kta selama 9 bulan, dan membesarkan kta. kita tak selamanya hidup didunia.

Tanggapan mengenai video 3&4:


- Kita harus mengatakan bisa, asalkan dengan niat kita pasti bisa, karene kita lebih sempurna dari mereka.

Jumat, 08 Maret 2013

Tugas 3

 Mengenali Indikator di Meter Mobil

Bagi pemilik kendaraan roda empat, apalagi keluaran terbaru pasti disuguhi dengan panel instrumen yang begitu banyak. Beda dengan mobil jaman dulu, indikator - indikator di meter mungkin hanya BBM, Charging dan lain - lain. Sekarang panel meter lebih " meriah ", dari Check Engine sampai ABS. Alangkah lengkapnya jika kita bisa membaca arti - arti dari indikator tsersebut.
Berikut sedikit ulasan dari saya......

Penampakan Meter assy pada mobil

Contoh Meter pada Mobil ( serena tahun 2005 )

Keterangan gambar :
1 : Fuel Meter
2 : Speedo meter
3 : Indikator Perseneling
4 : Tacho meter
5 : Temperatur meter
6 : Odo meter
a : Seatbelt
b : Fuel warning indicator
c : Parking Brake Indicator
d : Batteray Indicator
e : Oil engine warning
f : Malfunction Indicator Lamp engine
========================================================================
  Istilah-istilah speedometer.

1. Fuel meter

Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai jumlah bahan bakar yang tersisa di dalam tangki.

Gambar di samping adalah fuel meter digital. Pada gambar yang dilingkari ada tanda segitiga, artinya tempat pengisisan BBM ada di sebelah kanan kendaraan
( dan sebaliknya ).







2. Speedometer

Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai kecepatan kendaraan, biasanya dalam satuan kpj ( kilometer per jam ).

Contoh speedometer digital pada mobil Suzuki Aerio.








3. Indikator Perseneling
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai posisi gigi perseneling kendaraan. Biasanya pada mobil dengan transimisi otomatis atau CVT.
Arti dari Indikator perseneling :
P : Parking
R : Reverse ( gigi mundur )
N : Neutral
D : Drive ( posisi maju automatik speed )
L : Low ( gigi rendah )
2 : gigi 2
1 : gigi 1


4. Tachometer
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai putaran mesin kendaraan. Satuannya rpm ( rotation per minute ).

Pada gambar di samping ada angka yang di beri tanda merah, artinya rpm ada pada Red Zone ( zone berbahaya ). Pada mobil yang masih standar, jika rpm mendekati angka tersebut, mesin akan tersendat - sendat ( aliran bahan bakar diputus oleh sistem pada kendaraan
tersebut ). Itu adalah gejala yang normal.




5. Temperatur meter
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai temperatur mesin pada kendaraan tersebut.
Kadang diberi kode C dan H ( Cold and Hot )
Untuk mobil tipe tertentu kadang ada yang hanya memberikan gambar dan kode warna.
Biru untuk saat dingin ( masih dalam pemanasan ) dan Merah menandakan mobil OverHeat.
Hati - hati untuk mobil yang jarak tempuhnya sudah banyak ( harus selalu dipantau agar tidak terjadi OverHeat yang mendadak ).

6. Odo meter
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai jarak yang sudah ditempuh oleh kendaraan tersebut. Disamping itu ada trip meter, berfungsi mengukur jarak tempuh suatu kendaraan dalam suatu waktu. Pada mode ini trip meter yang bisa diReset. Di mobil ada trip meter A dan B. Fungsi keduanya adalah sama. Cara mereset biasanya dengan car menekan tombol reset dalam waktu kurang lebih 3 detik. Dan nanti akan tampil " 0000 ".


a. Seatbelt
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa seatbelt ( sabuk pengaman ) belum dipakai oleh pengemudi. Pada mobil type tertentu, apabila seat belt tidak dipakai sistem AirBag tidak akan berfungsi.

" Selalu gunakan sabuk pengaman " 
b : Fuel warning indicator
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa BBM ditangki sudah menipis ( kurang lebih sekitar 6 liter, tergantung type dan merk kendaraan tersebut ).
Segera lakukan pengisian BBM di SPBU terdekat.

c : Parking Brake Indicator
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa Rem Parkir belum dibebaskan. Pada mobil tertentu biasanya disertai bunyi alarm ( tit...tit....tit...).
Indikator ini juga berfungsi sebagai indikator Minyak rem di Tangki reservoir minyak rem ( posisi minimum ).
Posisi minimum bisa disebabkan adanya kebocoran pada sistem rem atau Kampas Rem sudah menipis.
Segera lakukan pengecekan di bengkel untuk memastikan masalah terebut apabila Indikator Parking Brake tidak mau padam.

d : Batteray Indicator
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa sistem pengisian pada kendaraan tersebut sedang bermasalah. Bisa Over Charge atau Under Charge.
Spesifisikasi pengisian pada mobil berkisar 12,9 volt - 14,5 volt ( tergantung tipe dan merk kendaraan ).



e : Oil engine warning
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa sistem pelumasan pada mobil tersebut sedang bermasalah. Bisa disebabkan Kapasitas Oli yang kurang atau tejadi sumbatan pada Filter Oli. Cek terlebih dahulu jumlah Oli yang ada di kendaraan tersebut. Cek juga di garasi apakah ada tetesan oli, jika ada bisa dipastikan volume oli dimesin terbut berkurang. Tamabhakan secukupnya dan bawa ke bengkel terdekat.

f : Malfunction Indicator Lamp engine
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa sistem manajemen mesin sedang bermasalah. Indikator ini akan muncul bila ada masalah pada mesin yang ada hubungannya dengan Masalah Lingkungan. Misal, sistem pengapian di busi atau koil. Untuk memastikan masalah ini harus dibawa ke Bengkel Resmi, karena hanya mereka yang mempunyai alat untuk membaca masalah tersebut.



Ada pula indikator O/D Off.

Jika indikator ini berkedip, menandakan adanya masalah pada sistem transmisi kendaraan tersebut. Jika dalam kondisi normal Indikator ini memberikan informasi tentang posisi gigi tertinggi kendaraan. Dari arti O/D sendiri adalah Over Drive. Artinya putaran output lebih cepat daripada putaran input ( kalau di transmisi manual gigi 5 lah ).
Saat indikator O/D menyala artinya gigi transmisi tidak mencapai gigi tertinggi ( O/D off ), dan sebaliknya jika indikator O/D mati berarti gigi transmisi bisa mencapai gigi tertinggi. Tersedia switch untuk mengaturnya.
letak switch O/D










Speedometer Akurat = Tachometer



Speedometer; pencatat, alat ukur kecepatan, adalah alat yang dapat menghitung nilai kecepatan berdasarkan satuan waktu. Nilai yang umum dipakai untuk kendaraan darat adalah kilometer per jam, atau mil per jam.
Speedometer yang terpasang di kendararaan bukan alat ukur kecepatan yang akurat, tetapi adalah alat ukur kecepatan yang berfungsi sebagai indikator keselamatan
Pada kondisi jalan atau situasi tertentu disyaratkan kecepatan maksimal, karena hal tersebut, maka speedometer selalu menunjukkan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sesungguhnya, toleransi ke arah kecepatan lebih tinggi (akan menurunkan ongkos produksi karena tidak usah akurat, boleh meleset Max 10%) jadi jangan gunakan speedometer untuk mengukur kemampuan kecepatan sepedamotor.
Pakai tachometer (penunjuk kecepatan putaran mesin) untuk mengukur kecepatan sepedamotor yang akurat, prinsip kerjanya menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda belakang) dikali putaran roda belakang yang berhubungan dengan putaran mesin.
Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan tachometer
- Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun ban sudah aus atau ganti ukuran)
posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan, dorong sepedamotor sampai posisi pentil kembali ke posisi jam 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara tanda ke-1 dan ke-2; gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer.
Misal didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) = 180 cm = 0,00180 Km
- Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang / Total Reduction Ratio (karena putaran roda belakang tidak secepat putaran mesin).
Total Reduction Ratio
Z2/Z1 Primary Reduction – Gigi pada crankshaft dengan gigi pada rumah kopling.
Z4/Z3 Transmission Gear – Pilih perbandingan posisi gigi tertinggi untuk menghitung top speed.
Z6/Z5 Secondary Reduction – Jumlah mata/gigi Sprocket belakang dibagi sprocket depan.
Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros diputar
- Rumus Total Reduksi Rasio TRR = Z2/Z1 x Z4/Z3 x Z6/Z5
Contoh:
Kawasaki Ninja
Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm = 630.000 putaran per jam (10.500 x 60 menit)
Keliling roda belakang = 180 cm = 0,00180 Km
TRR = 8,497
Primary Reduction = 72/22
Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke-6)
Secondary Reduction = 42/14
Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi 74.298,246 putaran di roda per jam (630.000 / 8,497).
Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang:
74.298,246 x 0,00180 = 133,737 km/jam
Selamat berhitung kecepatan maksimum sepedamotor anda berdasarkan putaran mesinnya.
Makanya sepedamotor balap ukuran tachometer lebih besar dari speedometer

PERHATIAN: JALAN RAYA UMUM BUKAN TEMPAT MENCOBA KECEPATAN MAKSIMAL SEPEDAMOTOR

 

Kamis, 07 Maret 2013

Tugas 2


Untuk sebanyak bertenaga gas Scion iQ terasa seperti mobil badut, EV iQ tidak. Di bawah lalu lintas jam sibuk kota Denver, kami menyelinap di antara mobil tanpa banyak usaha, mengandalkan kemudi cepat EV iQ. Dengan semua torsi mobil tersedia dari menganggur, kami tidak khawatir tentang menjaga ketika kecepatan mencapai 30, 40, atau 50 mph. Mobil terasa seperti itu dibuat untuk perjalanan tersebut.
Karena tidak ada lagi mesin di depan, itu membersihkan lebih banyak ruang untuk rak untuk memutar kemudi, hal ini mengurangi radius EV iQ beralih ke hanya 13,5 meter, sekitar enam inci kurang dari iQ biasa. Sementara perjalanan masih agak kaku bermunculan pada bersumbu pendek, berdesak-desakan penumpang sekitar jalan bopeng, seluruh paket terasa jauh lebih halus dari apa yang saya ingat dari pembakaran mesin-dilengkapi iQ. Toyota yang pasti menarik pukulan dengan seberapa baik dapat membuat iQ, karena mobil ini jauh lebih baik daripada apa itu menjual masyarakat luas.
gbr.0.1

Output maksimum dari drivetrain adalah 47 kW (63 hp) dengan torsi maksimum 120 lbs.-ft. Dalam S berkisar EV iQ berakselerasi dari nol sampai 60 mph dalam 13,4 detik, dan dari 30 sampai 50 mph dalam tujuh detik. Kecepatan tertinggi adalah 78 mph.

Alasan saya memilih Scion IQ EV sebagai speedometer terbaik adalah bentuk speedometer yang sangat modern bagi saya,di bawah lalu lintas jam sibuk kota dan tidak khawatir tentang menjaga ketika kecepatan mencapai 30, 40, atau 50 mph

Rabu, 06 Maret 2013

Tugas 1. Heryawan Anugerah

Speedometer

I. PEMBAHASAN
1.1 Pengertian
Speedometer adalah alat pengukur kecepatan kendaraan darat, yang merupakan perlengkapan standar setiap kendaraan yang beroperasi di jalan. Speedometer berfungsi agar pengemudi mengetahui kecepatan kendaraan yang dijalankannya dan dijadikan informasi utama untuk mengendalikan kecepatan dikawasan/jalan agar tidak terlalu lambat atau terlalu cepat, bisa mengatur waktu perjalanan dan mengendalikan kecepatan dijalan yang kecepatannya dibatasi.
Speedometer menghitung nilai kecepatan berdasarkan satuan waktu. Nilai yang umum dipakai untuk kendaraan darat adalah kilometer per jam, atau mil per jam. Dalam speedometer tersebut tertera angka dari 0 s/d 180 km per jam atau bahkan pada mobil sport ada yang s/d 300 km/jam. Angka yang tertera tersebut merupakan angka kecepatan teoritis, yang mana untuk mencapai kecepatan maksimum tentunya dengan asumsi kondisi kendaraan masih prima baik mesin maupun sasis.

Indikator ini ditunjukan oleh jarum (sistem analog) atau angka (sistem digital). Dengan indikator ini pengemudi dapat membaca kecepatan kendaraan melaju dijalan, dengan demikian pengemudi dapat mempertimbangkan keamanan berkendara disesuaikan kondisi jalan serta pertimbangan antisipasi pengereman.
Bahan yang digunakan dalam produksi spedometer bervariasi dengan jenis gauge dan aplikasi yang dimaksud. model mekanik yang lebih tua seluruhnya terdiri dari baja dan paduan logam lainnya, tetapi dalam tahun kemudian sekitar 40% dari bagian-bagian untuk speedometer mekanis yang dibentuk dari berbagai polimer plastik. model baru elektronik hampir seluruhnya terbuat dari plastik, dan insinyur desain terus meningkatkan polimer yang digunakan. Misalnya, kasus perakitan utama adalah sebuah speedometer biasanya terbuat dari nilon, tetapi beberapa produsen sekarang menerapkan tereftalat polibutilena lebih kedap air (PBT) polyester.
1.2 Bagian-Bagian Speedometer
Keterangan :
Dalam speedometer mekanik seperti gambar di atas,terdapat kabel yang melekat pada set gigi di transmisi. Kabel ini secara langsung melekat pada magnet permanen di dalam speedometer. Magnet tersebut diselubungi oleh sebuah alumunium yang biasa disebut cangkir alumunium. Di luar cangkir alumunium terdapat cincin alumunium. Kemudian ada pula pegas untuk menggerakkan pointer. Sebuah speedometer mekanik pasti dilengkapi oleh jarum penunjuk dan angka yang tercetak sebagai penunjuk besar kecepatan.
1.3 Jenis-Jenis Speedometer
Adapun jenis-jenis speedometer antara lain :
1) Speedometer Analog









2) Speedometer Digital












1.4 Prinsip Kerja dan Pengkalibrasian Speedometer
1.4.1 Prinsip Kerja
Ada beberapa jenis prinsip kerja speedometer, antara lain :
a. Mekanis, adalah perangkat pengukur kecepatan yang dihubungkan langsung dengan roda depan ataupun transmisi dengan menggunakan suatu kabel yang ikut berputar saat kendaraan bergerak, gerakan berputar ini kemudian diubah untuk menggerakkan jarum kecepatan.
Speedometer mekanis menggunakan prinsip elektromagnetik dalam kerjanya. Poros yang memutar roda terhubung ke speedometer dengan kabel panjang dan fleksibel yang terbuat dari kawat pilin. Kabel ini agak seperti driveshaft mini: jika salah satu ujung kabel berputar, demikian juga yang lain-meskipun kabel panjang dan fleksibel. Di ujung atas, kabel tersambung ke bagian belakang speedometer. Ketika berputar, ternyata sebuah magnet di dalam speedometer ikut berputar dengan kecepatan yang sama. Magnet berputar di dalam cangkir alumunium, yang dikenal sebagai cangkir kecepatan, yang juga bebas berputar, meskipun dibatasi oleh kumparan kawat halus yang dikenal sebagai sebuah pegas. Namun, magnet dan cangkir kecepatan yang tidak terhubung bersama-sama,: mereka dipisahkan oleh udara. Gelas kecepatan melekat pada pointer yang bergerak ke atas dan ke bawah pada dial speedometer.

Magnet berputar menciptakan medan magnet fluktuatif di dalam cangkir kecepatan dan,
berdasarkan hukum elektromagnetisme, itu berarti arus listrik mengalir di dalam cangkir. Akibatnya, cangkir kecepatan berubah menjadi semacam generator listrik. Namun, tidak seperti di sebuah generator yang tepat (jenis yang membuat listrik untuk rumah Anda dalam pembangkit listrik), arus dalam cangkir kecepatan tidak dapat pergi kemana-mana, tidak ada yang dapat menghantarkan daya. Jadi arus hanya berada dalam pusaran-kita menyebutnya arus eddy untuk alasan itu. Karena mereka adalah arus listrik, dan mereka bergerak dalam sebuah konduktor listrik di dalam medan magnet, hukum lain elektromagnetisme mengatakan mereka akan membuat gerakan. Bagaimana? Arus benar-benar membuat cangkir kecepatan memutar sedemikian rupa sehingga mencoba untuk mengejar ketinggalan dengan magnet berputar. Tapi pegas menghentikan rotasi cangkir sehingga hanya berubah sedikit sebagai gantinya, menarik pointer untuk bergerak. Semakin cepat mobil berjalan, kabel semakin cepat berubah, semakin cepat magnet berputar, semakin besar arus eddy yang dihasilkannya, semakin besar gaya pada cangkir kecepatan, dan semakin mampu pointer menunjuk dial speedometer. Jika Anda tidak dapat mengikuti, kita lihat di animasi sedikit di bawah.










b. Elektronik, adalah pengukur kecepatan yang bekerja atas dasar sensor yang ditempatkan di poros penggerak kendaraan yang medeteksi jumlah putaran poros untuk selanjutnya data dikirim ke speedometer dengan prinsip arus Eddy yang menggerakkan jarum kecepatan ataupun menunjukkan kecepatan secara digital.
Hampir semua speedometer diproduksi sampai tahun 1980-an yang sesuai dengan desain asli speedometer yang dipatenkan Schulze. Tapi ada kelemahan. Speedometer mekanik seperti yang digunakan di dashboard mobil umumnya terlalu berat dan rumit untuk digunakan pada sepeda, misalnya. Masalah lain adalah bahwa ada banyak bagian mekanik yang keliru. Jika sebuah kabel speedometer rusak, seluruh alat langsung menjadi sia-sia-dan dibutuhkan seorang mekanik untuk melakukan perbaikan. Selain itu, dapat menjadi sulit untuk membaca dial speedometer jika Anda berkendara di jalan bebas hambatan, terutama di malam hari: apakah Anda benar-benar ingin mengambil mata Anda dari jalan untuk mencari tahu di mana jarum pada dial? Beberapa orang lebih memilih untuk melihat kecepatan mereka sebagai angka sederhana pada tampilan digital.

Elektronik sp
eedometer bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Magnet kecil dipasang pada poros berputar drive mobil menyentuh sensor magnetik kecil terakhir (baik Reed switch atau sensor Hall-effect) diposisikan di dekatnya. Setiap kali magnet melewati sensor, mereka menghasilkan sebuah pulsa arus listrik singkat. Sirkuit elektronik menghitung seberapa cepat pulsa datang dan mengkonversinya menjadi sebuah kecepatan, lalu ditampilkan secara elektronik pada layar LCD. Speedometer elektronik juga dapat menampilkan kecepatan dengan pointer dan dial, sama seperti speedometer tradisional arus eddy: dalam kasus itu, sirkuit elektronik menggerakkan motor listrik yang sangat terkendali (disebut motor langkah) yang memutar pointer melalui sudut yang tepat.
c. GPS, adalah perangkat pengukur kecepatan yang menggunakan perubahan data posisi koordinat bumi yang diperoleh dari satelit GPS yang diolah oleh prosesor menjadi informasi kecepatan.
1.4.2 Pengkalibrasian
Kalibrasi adalah proses penentuan nilai sebenarnya untuk meluluskan suatu instrumen. Kalibrasi merupakan proses terutama penting dalam pembuatan speedometer karena keselamatan pengemudi sangat bergantung pada pembacaan yang akurat. Dalam mengukur mekanik, kekuatan magnet menghasilkan torsi yang mengalihkan jarum indikator. Ketika kalibrasi jenis gauge, elektromagnet digunakan untuk menyesuaikan kekuatan magnet permanen terpasang di speedometer sampai jarum sesuai dengan masukan dari kabel berputar. Ketika kalibrasi suatu alat ukur elektronik, penyesuaian dilakukan pada saat faktor kalibrasi yang ditulis ke dalam memori meter. Sistem kemudian dapat refigure keseimbangan antara masukan dari transmisi dan output dari jarum. Sekarang tersedia sistem baru otomatis untuk kalibrasi baik speedometer mekanik dan elektronik.
1.5 Cara Pembacaan Hasil Pengukuran
Pembacaan hasil pengukuran pada speedometer dapat langsung dilihat pada alat. Pada skala ke berapa yang ditunjukkan speedometer maka itulah besar kecepatan dari kendaraan yang dikendarai.
Misal, pada gambar di samping sebuah speedometer menunjukkan angka 100 maka kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan sebesar 100 mil/jam atau 160 km/jam.