Cursor

Jumat, 08 Maret 2013

Tugas 3

 Mengenali Indikator di Meter Mobil

Bagi pemilik kendaraan roda empat, apalagi keluaran terbaru pasti disuguhi dengan panel instrumen yang begitu banyak. Beda dengan mobil jaman dulu, indikator - indikator di meter mungkin hanya BBM, Charging dan lain - lain. Sekarang panel meter lebih " meriah ", dari Check Engine sampai ABS. Alangkah lengkapnya jika kita bisa membaca arti - arti dari indikator tsersebut.
Berikut sedikit ulasan dari saya......

Penampakan Meter assy pada mobil

Contoh Meter pada Mobil ( serena tahun 2005 )

Keterangan gambar :
1 : Fuel Meter
2 : Speedo meter
3 : Indikator Perseneling
4 : Tacho meter
5 : Temperatur meter
6 : Odo meter
a : Seatbelt
b : Fuel warning indicator
c : Parking Brake Indicator
d : Batteray Indicator
e : Oil engine warning
f : Malfunction Indicator Lamp engine
========================================================================
  Istilah-istilah speedometer.

1. Fuel meter

Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai jumlah bahan bakar yang tersisa di dalam tangki.

Gambar di samping adalah fuel meter digital. Pada gambar yang dilingkari ada tanda segitiga, artinya tempat pengisisan BBM ada di sebelah kanan kendaraan
( dan sebaliknya ).







2. Speedometer

Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai kecepatan kendaraan, biasanya dalam satuan kpj ( kilometer per jam ).

Contoh speedometer digital pada mobil Suzuki Aerio.








3. Indikator Perseneling
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai posisi gigi perseneling kendaraan. Biasanya pada mobil dengan transimisi otomatis atau CVT.
Arti dari Indikator perseneling :
P : Parking
R : Reverse ( gigi mundur )
N : Neutral
D : Drive ( posisi maju automatik speed )
L : Low ( gigi rendah )
2 : gigi 2
1 : gigi 1


4. Tachometer
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai putaran mesin kendaraan. Satuannya rpm ( rotation per minute ).

Pada gambar di samping ada angka yang di beri tanda merah, artinya rpm ada pada Red Zone ( zone berbahaya ). Pada mobil yang masih standar, jika rpm mendekati angka tersebut, mesin akan tersendat - sendat ( aliran bahan bakar diputus oleh sistem pada kendaraan
tersebut ). Itu adalah gejala yang normal.




5. Temperatur meter
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai temperatur mesin pada kendaraan tersebut.
Kadang diberi kode C dan H ( Cold and Hot )
Untuk mobil tipe tertentu kadang ada yang hanya memberikan gambar dan kode warna.
Biru untuk saat dingin ( masih dalam pemanasan ) dan Merah menandakan mobil OverHeat.
Hati - hati untuk mobil yang jarak tempuhnya sudah banyak ( harus selalu dipantau agar tidak terjadi OverHeat yang mendadak ).

6. Odo meter
Memberikan informasi kepada pengemudi mengenai jarak yang sudah ditempuh oleh kendaraan tersebut. Disamping itu ada trip meter, berfungsi mengukur jarak tempuh suatu kendaraan dalam suatu waktu. Pada mode ini trip meter yang bisa diReset. Di mobil ada trip meter A dan B. Fungsi keduanya adalah sama. Cara mereset biasanya dengan car menekan tombol reset dalam waktu kurang lebih 3 detik. Dan nanti akan tampil " 0000 ".


a. Seatbelt
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa seatbelt ( sabuk pengaman ) belum dipakai oleh pengemudi. Pada mobil type tertentu, apabila seat belt tidak dipakai sistem AirBag tidak akan berfungsi.

" Selalu gunakan sabuk pengaman " 
b : Fuel warning indicator
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa BBM ditangki sudah menipis ( kurang lebih sekitar 6 liter, tergantung type dan merk kendaraan tersebut ).
Segera lakukan pengisian BBM di SPBU terdekat.

c : Parking Brake Indicator
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa Rem Parkir belum dibebaskan. Pada mobil tertentu biasanya disertai bunyi alarm ( tit...tit....tit...).
Indikator ini juga berfungsi sebagai indikator Minyak rem di Tangki reservoir minyak rem ( posisi minimum ).
Posisi minimum bisa disebabkan adanya kebocoran pada sistem rem atau Kampas Rem sudah menipis.
Segera lakukan pengecekan di bengkel untuk memastikan masalah terebut apabila Indikator Parking Brake tidak mau padam.

d : Batteray Indicator
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa sistem pengisian pada kendaraan tersebut sedang bermasalah. Bisa Over Charge atau Under Charge.
Spesifisikasi pengisian pada mobil berkisar 12,9 volt - 14,5 volt ( tergantung tipe dan merk kendaraan ).



e : Oil engine warning
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa sistem pelumasan pada mobil tersebut sedang bermasalah. Bisa disebabkan Kapasitas Oli yang kurang atau tejadi sumbatan pada Filter Oli. Cek terlebih dahulu jumlah Oli yang ada di kendaraan tersebut. Cek juga di garasi apakah ada tetesan oli, jika ada bisa dipastikan volume oli dimesin terbut berkurang. Tamabhakan secukupnya dan bawa ke bengkel terdekat.

f : Malfunction Indicator Lamp engine
Memberikan informasi kepada pengemudi bahwa sistem manajemen mesin sedang bermasalah. Indikator ini akan muncul bila ada masalah pada mesin yang ada hubungannya dengan Masalah Lingkungan. Misal, sistem pengapian di busi atau koil. Untuk memastikan masalah ini harus dibawa ke Bengkel Resmi, karena hanya mereka yang mempunyai alat untuk membaca masalah tersebut.



Ada pula indikator O/D Off.

Jika indikator ini berkedip, menandakan adanya masalah pada sistem transmisi kendaraan tersebut. Jika dalam kondisi normal Indikator ini memberikan informasi tentang posisi gigi tertinggi kendaraan. Dari arti O/D sendiri adalah Over Drive. Artinya putaran output lebih cepat daripada putaran input ( kalau di transmisi manual gigi 5 lah ).
Saat indikator O/D menyala artinya gigi transmisi tidak mencapai gigi tertinggi ( O/D off ), dan sebaliknya jika indikator O/D mati berarti gigi transmisi bisa mencapai gigi tertinggi. Tersedia switch untuk mengaturnya.
letak switch O/D










Speedometer Akurat = Tachometer



Speedometer; pencatat, alat ukur kecepatan, adalah alat yang dapat menghitung nilai kecepatan berdasarkan satuan waktu. Nilai yang umum dipakai untuk kendaraan darat adalah kilometer per jam, atau mil per jam.
Speedometer yang terpasang di kendararaan bukan alat ukur kecepatan yang akurat, tetapi adalah alat ukur kecepatan yang berfungsi sebagai indikator keselamatan
Pada kondisi jalan atau situasi tertentu disyaratkan kecepatan maksimal, karena hal tersebut, maka speedometer selalu menunjukkan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sesungguhnya, toleransi ke arah kecepatan lebih tinggi (akan menurunkan ongkos produksi karena tidak usah akurat, boleh meleset Max 10%) jadi jangan gunakan speedometer untuk mengukur kemampuan kecepatan sepedamotor.
Pakai tachometer (penunjuk kecepatan putaran mesin) untuk mengukur kecepatan sepedamotor yang akurat, prinsip kerjanya menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda belakang) dikali putaran roda belakang yang berhubungan dengan putaran mesin.
Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan tachometer
- Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun ban sudah aus atau ganti ukuran)
posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan, dorong sepedamotor sampai posisi pentil kembali ke posisi jam 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara tanda ke-1 dan ke-2; gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer.
Misal didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) = 180 cm = 0,00180 Km
- Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang / Total Reduction Ratio (karena putaran roda belakang tidak secepat putaran mesin).
Total Reduction Ratio
Z2/Z1 Primary Reduction – Gigi pada crankshaft dengan gigi pada rumah kopling.
Z4/Z3 Transmission Gear – Pilih perbandingan posisi gigi tertinggi untuk menghitung top speed.
Z6/Z5 Secondary Reduction – Jumlah mata/gigi Sprocket belakang dibagi sprocket depan.
Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros diputar
- Rumus Total Reduksi Rasio TRR = Z2/Z1 x Z4/Z3 x Z6/Z5
Contoh:
Kawasaki Ninja
Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm = 630.000 putaran per jam (10.500 x 60 menit)
Keliling roda belakang = 180 cm = 0,00180 Km
TRR = 8,497
Primary Reduction = 72/22
Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke-6)
Secondary Reduction = 42/14
Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi 74.298,246 putaran di roda per jam (630.000 / 8,497).
Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang:
74.298,246 x 0,00180 = 133,737 km/jam
Selamat berhitung kecepatan maksimum sepedamotor anda berdasarkan putaran mesinnya.
Makanya sepedamotor balap ukuran tachometer lebih besar dari speedometer

PERHATIAN: JALAN RAYA UMUM BUKAN TEMPAT MENCOBA KECEPATAN MAKSIMAL SEPEDAMOTOR

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar