Cursor

Rabu, 27 Maret 2013

Character Building "Motivasi Dalam Prakerin"



Motivai saya mengikuti prakerin di ITB.

 Agar kita dapat memiliki kemampuan secara profesional untuk menyelesaikan masalah secara pragmatis sesuai dengan bidang keahlian, dengan bekal ilmu yang diperoleh selama masa prakerin, kita harus memahami materi yang selama ini dipelajari di ITB dengan membentuk pola pikir yang konstruktif bagi kita. Melatih diri untuk berkomunikasi secara profesional. Melakukan kerja yang baik bagi kita sendiri kerja dengan menjalin kerjasama yang baik antara teman-teman dengan membentuk mental diri kita agar mempunyai jiwa pekerja keras yang mampu bekonsisten, saya prakerin diITB menambah ilmu pengetahuan diri kita di masing - masing bidang program keahlian, Sebagai pengalaman kita melatih diri dengan menkaji konsep-konsep yang didapat selama melakukan PRAKERIN sehingga terbiasa dengan suasana kampus, motivasi kita mengikuti pembelajaran diITB ini agar kita mengetahui arti kehidupan, agar dapat belajar mandiri, dengan mengetahui susahnya orang tua mencari uang untuk diri kita, harus menyadarinya, ketika saya lulus dari SMK 3 Palu saya ingin melanjutkan kuliah saya di ITB untuk meraih ilmu saya selagi orang tua saya masih mampu menghidupi saya, ketika saya telah menyelesaikan kuiah saya, saya ingin bekerja untuk membahagiakan kedua orang tua saya, saya harus berusaha untuk mencapai semua ini dengan penuh rasa ikhlas, dengan belajar untuk bermandiri.
  1. Dapat Belajar secara mandiri. Dengan program prekerin ITB ini, kita dituntut untuk belajar secara mandiri, karena pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Tidak seperti pada perkuliahan pada umumnya yang pembelajarannya dilaksanakan di kampusnya masing masing.
  2. Belajar untuk menanamkan disiplin yang tinggi. Dengan sistem pembelajaran yang berkelompok, disiplin akan waktu adalah hal yang sangat penting. Bukan berarti dengan sistem dengan system berkelompok ini, disiplin kita diabaikan. Justru dengan sistem berkelompok, disiplin atas segala sesuatu harus lebih baik. 
  3. Belajar Tepat waktu dalam melaksanakan tugas. Tidak mengulur-ulur waktu dalam mengerjakan tugas. Dalam pembelajaran, mungkin banyak teman yang bersantai-santai atau bermalas-malasan dalam mengerjakan tugas. Tetapi hal itu yang harus diubah! Walaupun dengan pembelajaran dengan kelompok, kita harus tetap bisa memanage waktu dimana kita mengerjakan tugas dan dimana kita mengerjakan sesuatu yang lain (seperti pekerjaan apabila yang bekerja).
  4. Membangun Kerjasama antar sesame teman. Dapat bekerja sama dengan sesama teman dengan jarak yang berdekatan. Banyak fasilitas yang bisa digunakan pada era globalisasi ini. Kita dapat mengakses forum di Facebook Group yang telah disediakan oleh ITB.
  5. Mencari Ilmu yang Bermanfaat. Tiada lain tiada bukan, makna utama dalam mengikuti prakerin ini di  ITB ini adalah mencari ilmu yang bermanfaat. Sama seperti kuliah-kuliah dan sekolah-sekolah saya dulu, saya ingin mengisi waktu saya yang tersisa dengan mencari dan terus mencari ilmu. Apalagi saya belum pernah kuliah yang berhubungan dengan pekerjaan yang saya geluti sekarang (dunia IT / komputer), pasti akan banyak ilmu yang bermanfaat bagi pekerjaan saya.
  6. Memberikan Contoh dalam Mencari Ilmu. Sebetulnya saya sudah tidak termasuk ke dalam kategori pemuda atau anak muda lagi, tapi saya ingin memberikan contoh kepada keluarga dan teman-teman, bahwa mencari ilmu itu tidak dibatasi oleh usia; selalu ada cara untuk terus mencari ilmu hingga habisnya waktu bagi kita di dunia ini.
            Upaya yang kita lakukan untuk membangkitkan motivasi kita harus melaksanakan dengan ikhlas, dengan bekerja keras untuk mengetahui segala yang kita kerjakan, kita harus mandiri dalam melakukan perbuatan bahwa kita harus menyadari kita masih dibiayai orang tua kita Ketika kita dalam keadaan sulit, menderita, dan serba prihatin seringnya kita merasa sendirian. Tidak ada orang yang mau membantu, atau hanya sekedar memberikan dorongan semangat. Kadang kita merasa dunia begitu kejam atau menganggap Tuhan tidak adil. Apalagi ketika melihat orang lain lebih berhasil, hidup lebih enak dan bahagia menurut pandangan kita. Dunia kita terasa semakin sempit dan menyesakkan. Ternyata semua itu hanya perasaan kita sendiri. Perasaan yang diliputi kecemasan dan ketakutan pada hal-hal buruk yang tidak kita inginkan. Perasaan yang jauh dari rasa syukur dan kesadaran bahwa masih banyak nikmat hidup dan karunia yang pantas untuk disyukuri. Lebih jauh lagi adalah perasaan yang berasal dari jiwa yang jauh dari Tuhan. Jiwa yang rapuh karena rapuhnya iman kepada Ilahi. Kita harus memberi sedikit hiburan/refreshing kepada diri kita sendiri, lalu melanjutkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimiliki. Seandainya kita memiliki keimanan yang kokoh, tentu pikiran kita tidak akan berburuk sangka. Maksudnya kita tidak berpikir negatif dan menyalahkan keadaan. Semua pikiran negatif hanya akan menambah masalah. Prasangka buruk hanya akan menghalangi ditemukannya sebuah solusi cemerlang untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Kalau kita mau berpikir ke atas jauh menembus langit, pasti akan ketemu. Ternyata semua ini sudah ada yang mengatur. Baik atau buruk menurut kita, semua itu sudah diperhitungkan dengan sangat teliti.

            Sebuah kekuatan yang kasat mata ada di balik semua kejadian yang ada di alam ini. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan-Nya. Bahkan sehelai daun yang jatuh di tengah hutan belantara atau seekor semut hitam yang berada di atas batu hitam di tengah malam yang gelap gulita pun Dia tahu. Demikian juga apa yang ada di hati manusia. Prasangka kita selalu dalam lingkup pengetahuan-Nya yang tak terbatas sehingga kita tidak boleh berprasangka buruk, apalagi kepada Dia Yang Maha Kuasa.Dalam menghadapi himpitan masalah dan kesulitan, kita memang tidak lepas dari hembusan rasa waswas, gundah gulana, dan keraguan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memiliki keyakinan bahwa kita tidaklah sendirian. Ada sebuah kekuatan yang telah mengatur semua yang sedang terjadi. Ada sebuah kekuatan di luar jangkauan panca indera kita yang akan menolong kita. Kalau kita yakin maka pertolongan itu akan semakin dekat. Itulah kuasa Tuhan.



Kita memiliki iman yang tidak boleh pudar; itulah iman kepada Allah SWT. Dialah yang selalu menyertai langkah kita. Hanya saja kita sering lalai dari mengingat-Nya. Sudah seharusnya ketika kita sedang berada dalam keadaan yang kurang nyaman, kita lebih mendekatkan diri pada Yang Kuasa. Mungkin saja Allah SWT menciptakan cobaan agar kita kembali pada-Nya. Karena ketika kita bersungguh-sungguh mendekat kepada Allah SWT maka Allah akan lebih bersungguh-sungguh lagi menyambut penghambaan kita. Ketika hati ini sudah yakin benar akan kekuasaan Tuhan di balik semua yang terjadi dalam hidup ini maka kita tidak akan takut dan gentar dalam berjuang keluar dari segala kesusahan dan penderitaan. Kita yakin bahwa kita tidak sendirian.Keyakinan transcendental yang kita miliki tersebut akan membangkitkan energi psikis yang membuat kita sabar, tabah, dan tegar dalam berproses meraih kesuksesan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar